Sebelum dan Terakhir

Sebelum menjadi asing aku sempat mengenalmu begitu dekat, tanpa sekat. Sebelum semuanya berakhir aku sempat dekat dan terikat. 
Tentang hati memang tidak ada yang tau ya, apa memang seperti itu fasenya sebelum bertemu dengan yang pasti menetap. Hanya datang lalu pergi. Memang sempat menetap tetapi hanya beberapa saat. 
Semesta memang luar biasa. Dulu sempat berangan ingin begini begitu, namun ada saja yang membubarkan barisan doa-doa yang sudah berbaris rapi. 

Kini doa-doa yang dulu seperti terucap dengan akhir Aamiin menjadi sodakallahul adzim. Seperti ini rasanya, hanya tidak menyangka saja. Yang sempat yakin dengan penuh tiba-tiba luruh dan tak utuh. 
Tetapi jika memang takdir menjadi satu, akan ada waktu untuk menyatu saat semuannya sudah siap, sudah mampu memaafkan satu sama lain, untuk saat ini ego masih sama-sama tinggi dan belum terkendali. Jika memang akan menjadi satu akan bertemu kembali dilain waktu dengan acara yang berbeda. Acara dengan kesepakatan sahhh~~ untuk kita berdua yang sudah bersua kembali, berjalan untuk menua bersama selamanya. 

Komentar

Postingan Populer