Mengeluh
Sebuah tulisan manusia yang sedang tidak terima dengan hidup.
Setelah perjalanan panjang, setelah banyak hal yang sudah dilewati. Aku merasa semuanya berjalan seperti biasa. Dikatakan istimewa juga tidak, biasa-biasa saja. Sebuah pertanyaan yang sering muncul, pertanyaan demi pertanyaan berjejer rapi tak pernah mau bergantian untuk antre. Semuanya ingin mendapat jawaban dengan cepat, bahkan sampai membuat kepala pusing tidak karuan.
Aku pernah menulis dalam bukuku bahwa semuanya akan baik-baik saja seburuk apapun keadaan kita. Tetapi ternyata menerapkan untuk tetap baik-baik saja dalam keadaan buruk pun sulit. Ternyata berbeda dengan ekpetasi. Seperti: "ini masalah nggak kelar-kelar yaa, ada aja masalah yang dateng. Satu udah selesai tumbuh satu lagi bahkan lebih" apa semua manusia begitu ya? Sepertinya iya. Namun setiap manusia punya caranya masing-masing untuk terlihat baik-baik saja, padahal isi kepalanya penuh dengan segala permasalahan hidup.
Merasa tidak berguna, sepertinya sering merepotkan orang lain. Rasanya pengen berhenti aja gitu jadi manusia. Capek!
Sekarang lagi fase nggak baik-baik aja. Mau seneng tapi kok ada sedihnya, mau sedih kok ada seneng nya. Hidup memang harus berimbang ya? Tapi kalo bisa milih aku pengen milih enaknya aja, tapi nggak bisa. Egois kalo harus memilih yang baik-baik aja.
Kadang mikir "kenapa sih, kok aku nggak lahir dari orang yang banyak uang, kenapa sih gini banget. Kenapa ya orang yang sepertinya tidak terlalu suka dengan banyak hal tapi hidupnya kaya enak-enak aja, uang tinggal minta. Sepertinya enak banget kalo melihat orang lain. Sedang aku yang banyak banget yang perlu dikejar banyak banget perlu dikeluarkan seperti sulit banget."
Katanya, rejeki sudah ada yang atur.
Ahh mungkin aku saja yang kurang bersyukur.
Komentar
Posting Komentar