Barangkali
Kita pernah pada doa yang sama-sama kuat. Namun entah doaku atau doamu yang mulai melemah semua menjadi tak rekat.
Kita pernah pada pandang yang sama. Namun entah dari mana datangnya pandangan kita mulai berbeda.
Kita pernah berdiri pada satu titik sampai pada akhirnya titik itu tersapu ego masing-masing.
Kita dipaksa pada keadaan yang entah kenapa sulit untuk dikendalikan dan menjadikan perpisahan sebagai jalan keluar, banyak perasaan yang terpaksa harus di hancurkan, banyak kenangan yang terpaksa harus di hilangkan karena sulit dan sakit untuk mengingat kenangan yang pernah di buat.
Waktu memang belum berpihak pada kita yang kini tak lagi pada satu pada rasa. Barangkali lain waktu akan ada tempat untuk kita bertemu kembali, dan apakah akan bersatu lagi.
Kita dipaksa gugur pada sebuah permulaan , melepas segala perlengkapan yang sudah kita persiapkan. Kita diujung tombak yang tidak bisa di selamatkan.
Ada banyak hal yang tidak bisa diungkapkan namun cukup memberikan kesan bahwa memang ini menyakitkan, ada tombak yang menusuk begitu dalam.
Sayang
Aku berdoa akan waktu yang tepat untuk kita bertemu kembali, entah dalam keadaan apapun, setidaknya kita bertemu dan bertegur sapa atau hanya saling melempar senyum.
:)))
BalasHapus