Dua Manusia dan Pernikahan
Lagi pengen bahas tentang pernikahan nih hehe
Walaupun aku belum menikah, setidaknya mempersiapkan diri untuk ke jenjang yang akan datang, aku mau menuliskan apa yang menjadi keresahanku tentang pernikahan.
Walaupun aku belum menikah, setidaknya mempersiapkan diri untuk ke jenjang yang akan datang, aku mau menuliskan apa yang menjadi keresahanku tentang pernikahan.
Aku sendiri sampai saat ini masih heran dengan orang-orang yang sudah berani nikah walaupun masih tergolong muda, bukan aku menyepelekan bukan. Tetapi mikir "kok udah berani yaa, mentalnya kok udah kuat yaa, udah punya persiapan apa aja yaa, apa sudah siap dengan resiko yang akan di lalui setelah menikah, mengurus suami, mengurus anak dan masih banyak lainnya."
Apalagi sekarang marak nikahnya muda tapi beberapa waktu selanjutnya cerai, seperti perceraian adalah satu hal yang mudah sekali untuk di lakukan. Dan apa alasan yang membuat mereka memutuskan untuk bercerai. Apakah sudah tidak nyaman dengan pasangannya atau karena finansial, atau yang lainnya. Bukan kah hal seperti itu seharusnya sudah di bicarakan sebelum memutus kan untuk menikah. Tentang rasa nyaman terhadap pasangan, tentang finansial yang harus di persiapkan sebelum dan etelah pernikahan, dan segala perintilan yang seharusnya sudah di bicarakan.
Memahami bahwa rasa bosan itu pasti ada, krisis finansial mungkin akan ada. Segalanya perlu di komunikasikan, sekecil apapun itu. Aku juga mulai memahami bahwa menikah itu adalah ibadah seumur hidup, maka dari itu harus memilih yang benar-benar cocok. Aku pernah baca di suatu postingan yang isinya, aku tuliskan inti nya yaa, bahwa Abu Darda kepada istrinya. "Kalau istri sedang marah maka suami harus mau menjadi air untuk meredam marahnya si istri, bukan malah api bertemu dengan api, begitupun sebaliknya (kalau mau marah gantian).
Tentang keluarga dari dua belah pihak juga, karena menikah juga bukan hanya menyatukan dua manusia saja, namun beserta ke dua keluarga tersebut, memahami, dan menghormati orang tua dari suami maupun istri, berbicara baik dan sopan tanpa nada tinggi. Menghormati selayaknya orang tua sendiri, dan sebaliknya orang tua juga harus mau menyayangi menantu seperti anak sendiri.
Aku juga pernah baca lagi tentang Sex
(Jago ranjang). Aku juga belum terlalu paham apa yang harus di lakukan "aku sebagai istri" nantinya ketika sudah malam pertama dan malam-malam selanjutnya. Namun katanya kepuasan sex itu perlu dan harus. Suami dan istri harus sama-sama merasa puas dengan apa di lakukan. Bukan hanya salah satu saja yang merasa puas dan satunya merasa terpaksa. Sepertinya perlu banyak baca lagi tentang hal-hal seperti ini. Hal seperti bukan lagi perkara tabu namun aku rasa juga perlu.
Selanjutnya komunikasi. menurutku, memilih pasangan juga memilih teman untuk segala hal yang bisa di ajak ngalor-ngidul, bisa menyeimbangi satu sama lain (nyambung-an). Ngobrol tetap asik sampai tua nanti, berdiskusi yang baik, berbicara tanpa menggunakan nada tinggi dan emosi. Kenapa sampai tua, karena ketika tua nanti bukan lagi Sex yang akan menjadi suatu hal yang sangat di nantikan. Bertambah nya usia juga berkurang nya gairah untuk Sex. Jadi butuh teman untuk tetap bisa asik dalam mengobrol agar tidak menjadi tua yang monoton.
Terus lagi, tetap merasa nyaman walaupun sedang diam. Maksudnya. Suami istri tetap merasa nyaman walaupun tidak sedang berbicara/komunikasi. Misal ketika aku asik baca buku dan suami nanti asik dengan tulisannya atau pekerjaannya. Aku dan suami masih tetap nyaman walaupun sedang tak asik berdua-an. Merasa tidak keberatan.
Yaaa, tetapi sesekali di elus-elus lah si rambut istri atau si istri juga sesekali memeluk lalu melanjutkan membacanya lagi.
Lalu Finansial, finansial menjadi poin pokok dalam rumah tangga, karena sekarang segalanya butuh uang, uang bukan segalanya memang. Tetapi banyak hal yang harus didapatkan melalui uang. Bener nggak? Itu pendapat masing-masing. Finansial juga perlu dipersiapkan dari sebelum menikah, misal dari sebelum menikah sudah mulai merintis usaha jadi nanti ketika sudah menikah sembari melanjutkan bersama-sama. Dan tetap bekerja karena kalau hanya gaji tetap tidak memberi perubahan yang banyak. makanya harus tetap bekerja.
Bertanggung jawab, tanggung jawab bukan hanya dari suami saja, namun juga si istri. Sama-sama tau dan mau. bertanggung jawab dengan perannya masing-masing.
Dan saling memahami.
Mungkin itu saja yang bisa aku tulis, akan ada banyak hal yang bisa di bahas. Karena tidak akan ada habisnya jika berbicara tentang dua manusia dan pernikahan. Tolong jangan di hakimi. Kalau ada yang menurut mu belum benar, tolong di benarkan dengan cara yang baik dan sopan. Aku juga masih belajar tentang hal-hal seperti ini. Karena aku juga harus mulai belajar demi mempersiapkan masa yang akan datang.
Semoga yang sudah memutuskan untuk menikah muda, tetap langgeng sampai tua nanti sampai maut memisahkan.
Aku juga sedang belajar tentang memahami ego dan emosi diriku sendiri agar tau menempatkan ego dan emosi itu sendiri. Dan memahami bahwa setiap manusia punya kurang dan lebihnya masing-masing serta mau menerima dengan ikhlas.
Semoga yang belum di pertemukan jodohnya lekas dipertemukan, karena menikah bukan hanya siapa cepat namun harus sudah siap dan waktu yang tepat.
Sekian, maaf kalau ada yang belum benar. Karena aku juga menulis dengan melihat fenomena yang ada di lingkungan.
Salam hangat ♥
Komentar
Posting Komentar