Enyah

Rasanya sudah penuh, bingung, lupa, melamun, menyendiri, asing, mengasingkan dan segala hal yang semuanya terasa membosankan..

Ingin enyah, namun ada beberapa alasan yang tidak bisa diganggu gugat, ada rasa. Ini adalah hal yang buruk namun selalu diingatkan untuk bersyukur. Bersyukur masih bisa hidup, bersyukur masih bisa makan, bersyukur masih bisa menikmati yang terjadi walaupun rasanya sangat membosankan. 

Bosan, bosan, bosan alasan manusia sekarang yang rasanya diri sedang dikepung ketidakpastian. Rasanya baik-baik saja tetapi ada keadaan yang tidak pernah disangka. 

Berat, berat, berat, hari yang terasa berat untuk dijalani padahal sedang duduk ditempat. Berat karena di suruh untuk menerima keadaan yang sekarang entah bagaimana. Tidak jelas, tidak akurat, ragu, dan segalanya yang tidak tau kebenarannya. 

Takut, takut, takut untuk memulai hal baru padahal hanya disuruh memulai dulu, tidak apa pelan, asal sampai pada tujuan. Tetapi akan ada banyak alasan yang membuat tidak bisa berjalan.

Keruh, keruh, keruh, pikiran yang penuh di penuhi segala persoalan yang tanpa henti-hentinya menghantam.

Babak belur di hajar ekspetasi, lebam-lebam di pukul keadaan. Hancur sudah, menerima segala hal yang ada. 

Lupa, lupa, lupa karena segala hal yang rasanya begitu monoton dan hilang rasa. Hilang naluri secara perlahan, perlahan-lahan hilang. 

Ingin segera bercengkerama dengan beberapa manusia dengan bebas tanpa ada batas, ingin tertawa tanpa berpikir akan ada yang lenyap, bertukar cerita tentang banyak hal, menikmati secangkir kopi kesukaan mu dan aku dengan secangkir coklat hangat.

Rindu, rindu, rindu akan pertemuan, rindu berbincang. Rindu senyumanmu, rindu tatapanmu, rindu dengan segala tentang mu. Dengan bertemu kita bisa berbicara lebih dekat, memandang mu dengan lamat, merengkuh raga yang hangat. 

Namun, namun, namun lagi. Dunia sedang gila, sedang dirundung bala.

Oh, dunia. Apakah kau baik-baik saja aku disini sebagai manusia merasa bingung dengan keadaanmu. Apakah sudah baik-baik saja atau masih dengan kabar yang sama. Buruk.

Kini semuanya kacau balau, begitupun aku, begitupun manusia-manusia lainnya.  Aku sudah rindu hidup seperti pada umumnya, rindu dengan kelap-kelip malam kota, sudah rindu menyusuri setiap sudut kota.

Cepatlah kembali seperti semula

Komentar

Postingan Populer