Hidup itu gado-gado
Barusan liat postingan, yang intinya tentang body shamming.
Btw kalo udah bahas body shamming itu adalah sesuatu hal yang fital yaa, kenapa? Kadang kata-kata yang keluar dari mulut kita itu bisa masuk banget ke orang lain. Mungkin mulut kita enteng-enteng aja ngatain orang, nggak merasa berdosa, merasa itu wajar, ngerasa. Ahh, biasa. Mulai sekarang kayaknya hal seperti ini jangan dianggap biasa ya, kamu nggak tau kan kalo kata-kata yang kamu kelurin tadi ternyata sakit banget untuk orang lain.
"Edan, gendut banget lo"
"Kurus banget, makan yang banyak gih."
Menurut mu itu biasa, klise, dan. Ah gitu doang. Tapi lagi, setiap orang punya strugling nya masing-masing. Mungkin yang barusan kamu bilang gendut tadi lagi mencoba untuk diet dan sedang proses. Tapi kadang ucapan seperti itulah yang membuat orang itu lebih semangat lagi untuk membuktikan kalo dia nanti bisa mencapai apa yang dia ingin. Ada sebagian orang yang selalu kebawa perasaan, ada yang biasa aja, ada yang bodo amat dah, dan masing-masing lainnya. Intinya belajar menjaga lisan ya. Diam saja kalau perlu, atau beri tau saat sedang berdua.
Jadi inget, dulu waktu masih jaman Smp, sering di katain tingginya kaya tiang listrik. Kecil dan menjulang. Responku gimana? Minder dong, insekyur kalo sekarang mah. Sampe aku pernah berdoa kalo aku nggak mau tumbuh tinggi lagi, udah segitu aja. Karena malu sering dikata kaya tiang listrik. Tapi seiring berjalannya waktu itu semua berubah. Menginjak usia yang mulai dewasa mulai masuk jenjang SMA. Ternyata ada makna baik dibalik semua itu, setelah masuk SMA mulai aktif di kegiatan. Paskibra, pbb, pramuka. Ternyata aku masih kurang tinggi, jadi waktu smp dulu itu kenapa insekyur? Karena belum ditempat yang tepat belum bertemu dengan orang-orang baik yang sesungguhnya. Menjadi diri yang lebih baik dan menerima. Dulu merasa tinggi banget karena sekelilingku punya tubuh yang tidak terlalu tinggi, jadi mereka seolah berkuasa pada masa itu. Setelah mengenal paskibra, pbb dan lainnya. Tinggiku masih standar biasa, masih perlu olah fisik lagi supaya bertambah lagi. Lalu bagaimana dengan doaku dulu? Udah, lupakan. Ngapain doa begituan.
Ternyata menjadi tinggi itu asik, ketika Paskibra berdiri paling depan dan akan mudah terlihat, merasa gagah aja gitu. Bukan sombong bukan, tapi ternyata kita itu punya waktunya masing-masing untuk bisa menerima diri kita.
Jadi sekarang, udah ya. Hargai setiap apa yang di punya orang lain. Mungkin menurut kita remeh, tapi belum tentu menurut orang lain. Mungkin menurut kita biasa aja tapi belum tentu dengan orang lain.
Akan ada tempat yang terbaik untuk menjadikan diri versi yang lebih baik lagi. Akan ada orang-orang baik yang bisa menerima. Jerawat itu normal tetapi bukan bararti karena normal tidak di obati. Tetap berusaha untuk mencoba menghilangkan. Kita manusia banyak samanya kok. Cuma dalam tempat yang berbeda. Kalo udah tau apa yang kita rasain juga di rasain orang lain itu kaya, ooh ternyata nggak aku doang. Orang lain juga banyak.
Masalah itu seni, jadi nikmati agar menjadi arti, aku kadang. Kalo rasa hari-hari lagi seneng-seneng aja. Mikir, kok aku enjoy sih. Kok nggak sedih sih. Aneh, iya. Tapi kalo sedih terus juga nggak mungkin. Seneng sama sedih jaraknya nggak jauh. Akan ada aja hal yang tiba-tiba dateng.
Yang terjadi dihidup kita itu supaya nanti bisa jadi cerita di suatu hari nanti. Yang mungkin udah bukan masanya lagi, bertambah usia akan berbeda lagi masalahnya. Tekanannya lebih banyak. Jadi belajar menikmati.
Gapapa salah, toh bisa di coba lagi, kalo cape. Istirahat. Kalo penat, coba jalan-jalan sendirian. Healing diri kamu sendiri dan coba pahami.
Segalanya itu hanya tentang waktu kok, mungkin kali ini terjatuh tapi pasti nantinya bangkit bukan? Gapapa kadang perkataan orang lain sempet bikin down, nggak pede. Tapii, ingat lagi. Semua yang di ciptakan Allah nggak ada yang sia-sia. Kita hanya butuh tempat yang tepat agar bisa menjadi lebih baik, tetapi sebelum itu pasti akan pada tempat yang menurut mu sungguh memuakan. Dari situ kita belajar bahwa. Hidup itu gado-gado. Semuanya campur menjadi satu.
Kita punya lisan, jaga ucapannya
Kita punya hati, dijaga perasaanya
Kalo nggak mau di sentil jangan nyentil. Kalo di sentil? Kalo kamu kuat untuk tidak membalas, kamu keren, kamu hebat. Kita tau kalau dikatain itu sakit jadi kita bisa menjaga untuk tidak menyakiti orang lain. Percaya deh kalo kita baik yang dateng pasti yang baik-baik juga, walaupun nggak semuanya.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir, siapapun kamu. Tidak apa berbeda, kita punya porsi masing-masing dalam hidup.. Pelajari diri sendiri dan pahami dimana letak kurang dan lebihnya. Yang menurut kita kurang sisihkan dulu, kelebihanya dikembangkan.
Selamat beristirahat :))
Komentar
Posting Komentar