Tentang "Cantik Adalah Luka"
"Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus di jalaninya hingga memiliki tiga anak gadis yang semuanya cantik. Ketika mengandung anak keempat nya. Ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi. Meskipun secara ironik ia memberikan nama Si Cantik."
Kali pertama membaca buku ini, saya mendapat rekomendasi dari teman saya. Katanya menarik berisi tentang sejarah kronik di masa lalu.
Sebenarnya saya juga kurang suka dengan buku yang berbau sejarah. Apa yang dirasakan saat membaca buku sejarah? Ngantuk. Seperti monoton untuk di baca tidak seperti buku novel romansa dan buku senandika lainnya.
Saya tertarik dengan judulnya tetapi setelah melihat covernya "Mengerikan" bagi saya. Dengan perempuan berparas bule namun menggunakan kebaya berwarna putih serta tatapan mata yang tajam membuat saya enggan membaca. Iya, karena saya takut. Saya sempat mendiamkan buku ini beberapa hari karena enggan untuk membacanya. Namun setelah beberapa hari saya putuskan untuk membaca walaupun dengan perasaan takut, karena saya melihat dari cover depan dan membuka lembar paragraf pertama yang berisi.
"Sore hari di akhir pekan bulan maret, Dewi ayu bangkit dari kuburannya setelah dua puluh satu tahun kematian."
Dari situ membuat saya merinding dan memutuskan untuk menutup kembali buku ini, karena saya membaca tepat di malam hari dan seorang diri di kamar tempat saya tinggal. Memang manusia penakut. Takut akan gelap, senang dengan ketenangan dan benci akan keramaian.
Setelah saya buka dan membaca bagian itu saya putuskan untuk menutup kembali, dan memutuskan untuk membaca esok hari kala siang dan terang karena matahari.
Keesokan harinya setelah pulang dari kuliah saya kembali mengambil buku dan berniat untuk membaca karena siang. Kembali melihat cover dan menatap mata sosok perempuan di cover nampak tajam dan menyeramkan. Bagi saya. Namun tetap saya putuskan untuk membaca, kembali pada paragraf yang saya baca kemarin malam. Membaca pelan-pelan, baru beberapa halaman sudah saya tutup kembali karena mulai bosan. Lagi-lagi karena membahas sejarah. Namun, setelah beberapa hari dan memaksakan untuk tetap membaca saya mulai menikmati isi buku tersebut.
Berisi tentang wanita cantik bernama Dewi ayu yang rela menjadi pelacur untuk melayani para penjajah pada masa lalu.
Sampai pada akhirnya mempunyai tiga anak perempuan cantik dari hasil melayani para londo yang menjajah indonesia. Dan melahirkan anak keempatnya dengan keadaan buruk rupa karena doa nya sendiri.
Sebuah cerita yang apik untuk dibaca karena cerita nya menggelitik, dan ingin terus mengulik apa lagi setelah paragraf ini. Dan menjadi teman duduk kala berita covid 19 sedang menjajah Indonesia. Dengan berita korban yang meninggal karena virus yang datangnya dari sebrang negara, membuat ketakutan pada masyarakat, begitupun saya sendiri.
Tentang romansa, tentang pembunuhan, dan tentang segala cerita yang alurnya tertata rapi membuat pembaca merasa ingin terus membaca bagaimana akhir dari cerita buku tersebut.
Penulis "Eka kurniawan" menuliskan cerita dengan sangat jelas dan terperinci. Dengan akhir cerita yang tidak pernah terduga sebelumnya.
Buku "Cantik adalah luka" adalah buku sejarah pertama yang saya baca sampai selesai.
Buku ini sudah masuk dalam kelas dunia dan sudah di terjemah kan dalam bahasa Jepang, Malaysia serta bahasa Inggris.
Komentar
Posting Komentar