Eling "ingat"

Suka make up? Ya silahkan belajar make up ditekuni di seriusi. Dunia per make-up an akan selalu up karena make up sekarang juga menjadi kebutuhan. 

Suka musik? Ya silahkan ditekuni sampai mahir. Musik akan tetap up sampai kapan pun, sekalipun jaman berganti. 

Suka memasak? Ya silahkan ditekuni, coba resep-resep baru. Sampai mahir. Siapa tau nanti bisa jadi ladang bisnismu. 

Suka nyanyi? Silahkan ditekuni nyanyinya. Tapi nggak ada gurunya. Intenet youtube sekarang udah kaya guru online yang bisa kapan aja. Pagi, siang, sore, malam akan selalu siap. 

Suka menulis? silahkan di tekuni menulisnya, banyak membaca buku-buku mencari referensi tulisan. "tapi aku nggak punya buku." Kamu punya Hp yang bisa kamu setting untuk menjadi buku mu. Instagram mu kamu setting untuk memfollow akun-akun yang meng-share tulisan. Wattpad, tumblr, blog dll. Buku juga bisa pinjam asal dikembalikan. 

Suka kerajinan? Silahkan ditekuni dengan mencoba membuat kerajinan sederhana. Lama-lama juga akan mahir. Sampai nantinya menjadi ladang usahamu.

Belajar memahami diri sendiri, belajar lah mengenal diri sendiri. Menyadari kemampuan diri. Letak paling menonjol dimana, lalu kembangkan, yang tidak terlalu menonjol di sisihkan dulu. Mahirkan dulu ke 1 bidang atau bisa beberapa bidang asal bisa membagi waktu. Sudah tau tidak terlalu mahir dalam hitung-hitungan lalu mengutuk diri bahwa diri bodoh. Insecure, merasa tidak punya bakat apa-apa. Tidak bisa apapun. Nolep! Katanya. Padahal setiap manusia sudah diberi kemampuan masing-masing sama Allah cuma bagaimana kitanya menyikapi. Jangan mengutuk diri. Coba di kembangkan, mencari teman yang se-frekuensi atau mencari teman yang bisa mengajakmu untuk mengasah diri. Jangan malu, mungkin awalnya ragu, malu, tetapi kalau mau nyoba dulu pasti bisa. 

Alasan sulit untuk membuka obrolan dengan orang baru. Kalau belum berani bicara, coba dulu sebagai pendengar. Pahami apa yang sedang di bahas. Lama-lama juga akan terbiasa. 

Kita bukan tidak bisa tetapi MALAS. Malas untuk mengasah diri, malas mencoba hal baru. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi, dunia akan terus berkembang. Dunia kerja akan semakin keras. Kita hari ini kuliah ekonomi belum tentu bisa bekerja di kantor yang sesuai dengan ekspetasi. Kita harus siap dengan kenyataan yang paling buruk sekalipun. Banyak orang kuliahnya apa tetapi kerja apa. Berbeda jalur, bahkan melenceng jauh.  Maka dari itu harus punya skill. Diasah dari sekarang. Agar nantinya sudah punya bekal. Setidaknya bisa dulu. 

Coba di manfaatkan waktunya, males boleh silahkan di puas-puaskan tetapi juga harus segera beranjak dan memulai kembali. 

Sedikit cerita, aku pernah di suruh membantu kakakku memayet baju kebaya pengantin. Karena aku belum pernah memayet, aku bilang: 

"aku gabisa, nanti jelek jadinya." 

lalu ibuku menyahut ucapanku tadi

"kan belajar dulu, diajarin sama mbak, di contohin dulu."

Kalimat sederhana itu langsung menancap padaku. Lalu aku bagaimana? 

Kakakku mencontohkan dulu bagaimana cara mengaitkan benang manik-manik ke kain. Di ajari pelan-pelan, walaupun aku lemot. Aku mencoba walaupun hasil nya belum serapi kakakku dan waktu pengerjaan lebih lama. Seiring berjalannya waktu aku jadi terbiasa, karena kakakku selalu menyuruh untuk memasangkan manik-manik. Lalu gimana kelanjutannya. Yaa aku jadi bisa, bisa dapet uang jajan, bisa dapet kuota gratis, di ajak keluar untuk sekedar makan bakso ke tetangga desa. 

Jangan merasa lelah, gerutu, merasa jadi pesuruh. Lalu gimana dong? 

Curi ilmunya, pelajari setiap detailnya lalu praktekan sendiri. Amati dan tiru. Mungkin sekarang belum waktumu, tetapi nanti akan ada saatnya. Saat kamu sudah siap. Sudah siap mencoba hal yang lebih besar lagi. Sekarang waktunya belajar dulu. Dicoba dulu, gagal dulu, jelek dulu. Nanti lama-lama juga akan bisa dan terbiasa. 

Mungkin akan dibilang "kok jelek sih, kok nggak rapi sih, kok gini sih." gapapa, sedih boleh, minder udah pasti. Tapiii, coba lagi, coba lagi, dan coba lagi.

KALO NGGAK SEKARANG MAU KAPAN LAGI? 

Yaa, mungkin orang tuamu mampu, jadi merasa tidak perlu karena masih ada orang tua. Tetapi kita manusia punya jatah hidup yang nggak tau kapan berakhirnya. Kalau selalu mengandalkan orang lain. Kita akan jadi manusia yang selalu menurut dengan orang lain. 

Bukan tidak bisa, tapi karena Malas saja. Yuk dicoba pelan-pelan. Main boleh tapi harus bisa membagi waktu. Biar nantinya tidak menyesal. Sesal datengnya selalu di akhir. Bukan menggurui tetapi aku mengajak. Bukan berarti paling pintar dan paling bisa tetapi mengajak untuk belajar bersama. 

Kita bisa kok asal nggak males. 

Aku juga sering males, tapi kalo malesnya di turutin terus kita yang akan tumbang perlahan. Nyesel. Nyalahin diri sendiri. 

Udah yuk, pelan-pelan. 

Niat ingsun mekso awak lillah kalau kata 

-Gus Dur. 

Belajar sama-sama, jangan megutuk diri. 

Terima kasih yaa, sudah mau membaca sampai akhir ♥

Komentar

Postingan Populer