Karena bingung

Lagi pengen ngobrol sama diri sendiri 

"dari banyak pilihan mana yang sebenernya sedang ingin di tuju?"

"kalau semuanya pengen di tuju boleh nggak?"

"boleh, asal tau diri aja. Diri punya batas yang nggak tau dimana batasnya. Harus pintar-pintar saja mengolah mana yang perlu di jalani dan perlu di perjuangkan, banyak rencana juga akan menghambat banyak hal"

"kok bisa?"

"karena kamu akan bingung dari mana akan memulai, semuanya nampak penting padahal hanya bayangan saja yang membuat kita terus berpikir tanpa ada tindakan. Sebenarnya hanya cukup satu untuk menjadi tujuan utama, tetapi kita terlalu di pusingkan dengan banyak pilihan yang sebenarnya bisa kita pilih sesuka hati. Kita hidup di dunia hanya menunggu untuk mati bukan?"

"aku jadi bingung sebenarnya apa yang sedang aku cari"

"bingung, memilih tujuan hidup?"

"nggak tau bingung."

bicara tentang hidup tidak akan ada habisnya, selalu ada hal yang perlu di bicarakan, di rencanakan, dan terlaksanakan. Emmm, mungkin terlaksana tetapi berbeda dengan ekspetasi. Bingung mau nulis tentang apa karena memang sekarang lagi di fase bingung sama diri sendiri. Katanya menjadi manusia harus menjadi baik, tetapi setelah belajar menjadi baik seperti tidak di hargai sama sekali, di acuhkan. Ingin menjadi jahat tetapi takut kalau nanti Tuhan membalas dengan kejahatan. Dan pada akhirnya entah menjadi baik atau jahat kita sudah memerankan itu tanpa di sadari. Loh kok bisa? 
Ya bisa, itu sampai tidak sadar. 

Kita sebagai manusia memang tempatnya salah dan benar, baik dan buruk, dan lain sebagainya. Semua di wajarkan asal dibatas normal. Gimana sih maksudnya? 

Ya intinya, kita itu punya peran baik dan buruk, salah dan benar. Adakala nya kita menjadi cukup baik, cukup baik terhadap orang yang kita sayangi dan berusaha tidak ada kesalahan apapun agar terlihat sempurna. Namun tanpa di sadari kita juga berbuat jahat. Terhadap siapa? Terhadap diri sendiri. Coba di pikirkan lagi, sudah berbuat jahat apa sama diri sendiri. Tidak bisa menahan ego, terus memberi makan ego hingga akhirnya kita sendiri yang merasa tersiksa. Jahat bukan? Membenci orang lain lalu bercerita keburukan nya ke orang lain juga termasuk menyakiti diri sendiri loh. Dia buruk belum tentu kita baik bukan? 
Kalau menurut mu dia buruk belum tentu di mata orang lain dia buruk bukan? 
Kamu merasa baik belum tentu orang lain merasakan kebaikan mu bukan? 

Setiap orang punya cara pandang masing-masing terhadap seseorang. Kadang yang kita sangka buruk suatu saat nanti akan menjadi teman baik yang tidak akan pernah meninggalkan, yang jauh tiba-tiba bisa menjadi orang yang paling dekat. Yang tadinya dekat bisa menjadi orang yang tak akan peduli lagi denganmu. Hidup itu akan terus berganti. Yang membenci bisa jadi menjadi yang paling di cinta. Yang di cinta bisa jadi menjadi orang yang paling di hindari. Kita akan terus di buat bingung dengan kehidupan. Semesta apalagi, ada saja rencananya, ada saja kejutanya, ada saja yang membuat menangis, ada saja yang membuat kita bahagia. Hidup hanya perlu dijalani. Kita punya batas, ada yang bisa di terabas ada juga yang tidak. Semuanya berakhir dengan kata takdir, takdir bisa di rubah dengan usaha. Usaha yang baik belum tentu berbuah baik, kadang ada yang menjadi berkah kadang hanya menjadi hikmah. Harus menerima katanya. 

Usaha fisik, pikiran, dan hati harus berkompromi dengan baik
Karena kerja keras itu bagian dari kerja fisik, kerja cerdas itu bagian dari kerja otak, dan bekerja dengan ikhlas adalah bagian dari kerja hati. Kalau kata Bu Susi mantan menteri RI. 

Jadi sekarang ini yang sedang bekerja di bagian apa? 
Lalu pernah kepikiran nggak? Sebenarnya siapa sih menemu kosa kata? Kok bisa kepikiran buat kata? 
Kok bisa ada maknanya? 
Kok bisa ada banyak bahasa? Muncul nya dari mana? 
Kok bisa ada kata bisa? 
Kok bisa ya? 
Kok bisa sih? 
Idenya dari mana? 

"Dari Allah laah"

Jawaban yang tidak bisa diganggu gugat! 
Atau ada jawaban lain? 


Komentar

Postingan Populer