Ruang kosong
Aku masuk di rumah yang nampak kosong, aku masuk tanpa permisi. Menjelajah segala ruang, namun tidak ada seorang pun disini, lalu untuk apa rumah ini dibangun. Membuat penuh bumi saja.
Ku telisik segala sudut, nampak kotor dan bersarang laba-laba
Tiba-tiba pintu tempat ku masuk tertutup dengan kencang dan mengeluarkan suara yang membuat gendang telingaku seperti tertumbuk dengan palu
Detak jantungku tidak lagi aman
Jari-jari ku gemetar
Mataku melihat segala sisi ruang, bukankah tadi tidak ada seorang pun disini, kurasa angin pun juga tau bagaimana menutup pintu dengan sopan.
Rumah ini nampak kosong tak berpenghuni, lalu siapa yang menutup pintu dengan keras tadi. Apakah ada sosok tak kasat mata disini, di siang bolong seperti ini?
Apa tidak lebih baik jika malam hari saja agar berdiri semua bulu kuduk ku.
Kaki melangkah pelan
Menyingkap gaun putihku yang terseret di lantai kotor, berdebu, dan kecoa berlarian seperti sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya. Tapi apakah di dunia kecoa ada petak umpet? Kurasa tidak.
Tidak ada kah sosok disini?
Aku berteriak
"Halooo adakah orang disini?"
Tidak ada jawaban berarti, hanya suara cicak yang terdengar. Tidak merdu sama sekali, hanya mengganggu pendengaran ku saja.
Menelusuri ruang demi ruang
Aku berhenti di ruang kamar tidur, terlihat bersih, seperti ada yang menghuni.
Debu pun tidak ada, harum, dan ada suara gemercik air dibalik pintu.
Adakah sosok di dalamnya, tetapi kenapa hanya ruang ini saja yang nampak bersih dan terawat. Kenapa yang lain tidak?
Ingin ku buka pintu itu, tapi takut kalau ada sosok di dalamnya. Bagaimana kalau nanti orang nya begitu galak, dan menyeramkan. Tapi adakah orang yang tinggal dirumah seperti ini.
Sungguh aneh, ruangannya harum sekali bahkan kaca di dalamnya pun nampak bersih, lampu menyala dengan terang
Duduk sejenak di dipan berwarna putih, nyaman untuk tempat merebahkan lelah setelah berekspetasi tinggi terhadap kehidupan.
Ku rebahkan saja tubuhku, tidak peduli adakah orang lain disini
Aku memejamkan mata
Dan, ada yang menyentuh wajahku dengan lembut
Belum ku buka mata. Resah, kalau memang benar ada hantu disiang bolong.
Tiba-tiba ada air yang menetes di pipiku.
Seperti air biasa, tidak bau anyir.
Belum juga ku buka mata, dan sosok itu membisikan kata di telingaku
"Terima kasih sudah datang, temani aku disini. Selamanya"
Komentar
Posting Komentar