Suatu saat nanti
Sudah menjadi fitrah kalau manusia banyak inginnya.
Dan ini yang sedang aku rasakan sekarang. Selalu percaya pada diri sendiri bahwa suatu saat nanti akan menjadi pembicara dalam suatu acara, dan di kenal banyak orang karena karya. Mungkin ini akan menjadi mustahil kalau diingin kan dalam waktu dekat ini. Tapi aku percaya bahwa; mungkin tidak sekarang tapi nanti. Saat diri sudah merasa siap dan mampu berbagi tentang pengalaman. Saat ini hanya bisa menulis tentang keinginan. Dan akan menjadi doa seiring waktu berjalan.
Dunia selalu berputar, orang-orang juga akan selalu berganti, mungkin saatnya nanti, giliranku. Saat ini bersiap untuk menyiapkan banyak hal dan pengalaman.
Mungkin untuk orang yang tidak percaya akan mimpi, akan merendahkan. Namun kalau orang lain merendahkan diri lalu diri sendiri pun ikut, siapa lagi yang akan percaya? Untuk saat ini aku percaya pada diri sendiri. Meyakinkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin asal terus mau berjalan dan berproses. Mungkin jalannya akan terasa panjang dan terjal. Tapi dengan begitu akan ada banyak hal yang akan di ceritakan.
Memberi ruang sabar lebih luas, memberi ruang untuk menerima lebih lapang. Memberi ruang untuk diri sendiri lebih banyak lagi, mungkin akan berbeda tetapi bukan berarti buruk.
Aku punya jalan, kamu punya jalan, dan kita punya jalan masing-masing yang tidak bisa di samakan. Berbeda arah, tetapi tujuan nya tetap sama. Untuk bahagia diri sendiri dan manfaat untuk orang lain.
Menahan keinginan yang tidak terlalu membawa manfaat. Tidak menuntut lebih, dan tidak berekspetasi lebih akan suatu hal. Karena pada dasarnya untuk menjadi yang terbaik, kita harus tau proses kita sudah sampai mana. Sudah sampai pada titik yang diinginkan atau belum. Berproses dan konsisten akan membawa pada suatu masa untuk merayakan segala lelah yang sempat merebak.
Menahan diri untuk tetap pada keinginan yang wajar dan tidak berlebihan. Mencari yang di butuhkan bukan hanya sekedar keinginan yang pada akhirnya tidak menjadikan manfaat apa-apa. Teman itu banyak, tetapi yang satu jalan itu sedikit. Jadi jangan terlalu berharap orang lain akan satu jalan. Percaya pada diri sendiri bahwa merasa mampu itu perlu, tetapi bukan berarti tidak butuh akan bantuan orang lain. Tetapi sekiranya masih bisa di lakukan sendiri, lakukan sendiri. Karena orang lain juga punya urusan lain yang tidak bisa kita ganggu.
Manjadi baik tanpa berpikir akan di balas setimpal, karena jika berbuat baik dan berharap akan dibalas setimpal yang ada hanya kekecewaan, tidak semua orang sadar dan kita perlu menyadarinya.
Berbuat baik itu menjadi kewajibanmu tetapi akan segala balasan kembali itu urusan Tuhan-mu. Mungkin ini hal yang klise tetapi memang begitu adanya. Semakin berharap, rasa kecewa akan terus tumbuh.
Semoga yang menjadi harap akan menjadi nyata.
Semoga hal-hal baik akan tetap ada dimanapun kita berada.
Tuhan sudah mendengar dan melihat segala doa-doa yang pernah tertulis dan terucap.
Tuhan nggak pernah ingkar janji, hanya perlu terus berjalan dan melakukan apa yang perlu di lakukan untuk menjadi cerita yang baik untuk di bagikan kelak.
Komentar
Posting Komentar