Ocehan

Ngomongin tentang jerawat itu nggak ada habisnya. acne fighters kaya saya ini sudah biasa dengan tatapan aneh dari orang-orang. dan kalau saya bisa aja nyeplos

"biasa aja kalo liatin, w colok juga tu mata." 

tapiiii, nggak papa, nggak papa. orang kalau belum pernah merasakan pasti akan menyepelekan, memang nggak semua sih. mungkin dalam pikirnya si diri ini tidak bisa merawat wajah dengan baik, tapi ya sudahlah mau dijelaskan panjang kali lebar pun mungkin akan di iya-iyakan, jadi legowo saja. 

pengalaman yang bikin teringat sampai sekarang, dan sepertinya tidak akan pernah hilang dalam ingatan. namanya, caileeeh namanya~~ wajahnya,  caileeeh wajahnya~~ tempat kejadian, duh kaya apa aja yaa dan waktunya. semuanya masih terekam jelas sampai sekarang. 

dia orang ucap begini:

"aku punya masker yang cocok buat mukamu, tempelin aja semen, nanti jerawatmu bakalan ilang." 

pada saat itu yang saya lakukan ya cuma senyum tapi ya rada mbedegel, kamu tau mbedegel kan? kalau tidak tau ya pokoknya itu wes, pokoknya mbedegel, nggak enak di hati. pengen rasanya ngatain balik

"situ perfect?" 

tapi ya karena saya selalu mengingat bahwa ada manusia di dunia yang tercipta untuk menjadi guru sabarmu, jadi dalam hati cuma bilang

"sabar, nggak papa. dia mungkin nggak pernah jerawatan sebelumnya jadi bisa bilang begitu."

tapi ya mohon maaf, itu kata-kata sudah terlanjur terekam sampai sekarang. terus kembali lagi, saya sudah pakai rangkaian acne treatment, dari yang katanya oke nih buat jerawat, manjurrr tapi yang terjadi malah makin ajur, jadi takut buat coba-coba skincare, duitnya juga Bro, Sis yang bikin kantong ini menangizz. 

duuuh gusti cobaane kok ya di wajah yang notabennya pasti selalu dilihat paling awal. sering mengeluh karena tak kunjung usai dengan permasalahan jerawat ini, jaga makan sudah, jaga tangan agar tidak otak atik wajah sudah. 

tapi seiring berjalannya waktu mulai menelaah lagi, apa sih penyebabnya, kok bisa permasalahannya tak kunjung usai padahal katanya basic skincare is number one, dan itu sudah saya lakukan. ternyata eh ternyata salah satu penyebab jerawat ini tak kunjung usai karena  tidak cocok dengan air ditempat yang saya tinggali saat ini, udara, cuacanya yang membuat pemasalahan wajah ini tak kunjung usai. saya tinggal di Malang, ngekost, airnya bersih tapi belum tentu terbebas dari bakteri, sampai kawan saya bilang, 

"coba cuci mukanya pakai air galon aja." 

solutif sih tapi kok ya, air galon yang harus beli. yakan cantik itu mahal, wes udah ke-skak saya sampai disitu 

udaranya yang dingin, bikin kulit makin kering, dan kalau jerawatan bisa langsung meradang. kalau sedang di rumah wajah itu masuk dalam kategori baik-baik saja, sekalipun jerawatan sembuhnya pun cepat, paling cuma kulit badan rada gosong karena memang wilayahnya dekat pesisir. 

ya pulang kampung aja dong biar aman. 

lawong saya disini masih sekolah, jadi mau tidak mau harus disini. alibi saja deng, sebenarnya betah di perantauan, tapi yaitu titik resahnya, masalah tentang jerawat itu. 

untuk para acne fighters dan kulit wajah sensitif kita berjuang bareng-bareng ya, kita bisa biasa aja sebenarnya, cuma kadang tatapan dan ucapan orang yang nggak tau sulitnya hilangin jerawat itu yang bikin risih. 
untuk yang di anugerahi wajah baik-baik saja, walaupun hujan badai halilintar~~ tetap oke-oke saja, bersyukurlah. 

disini tulisannya rada marah-marah tapi aslinya enggak, cuma pengen ngasih tau aja. kita ini yang sedang jerawatan juga nggak mau punya jerawat, diobatin juga sudah, mengobati luka tidak semudah membalik telor dadar!

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer