Trilogi Hati
/Pernah
Kita pernah pada doa yang sama-sama kuat
namun entah doaku atau doamu yang melemah
semuanya menjadi tak rekat lagi
kita pernah pada pandang yang sama
namun entah darimana datangnya
pandangan kita mulai berbeda
sampai pada akhirnya titik itu tersapu ego masing-masing, kita dipaksa pada keadaan yang entah bagaimana sangat sulit dikendalikan
dan, menjadikan perpisahan sebagai jalan keluar
banyak perasaan yang terpaksa harus dihancurkan, banyak kenangan yang terpaksa harus dihilangkan. karena sulit dan sakit untuk mengingat kenangan yang pernah dibuat
waktu memang belum berpihak pada kita yang kini tak lagi satu. barangkali lain waktu akan ada tempat untuk kita bertemu kembali, entah itu kebetulan atau memang direncanakan
kita dipaksa gugur pada permulaan
melepas segala perlengkapan yang sudah kita persiapkan. kita diujung tombak yang tak bisa diselamatkan
ada banyak hal yang bisa diungkapkan, namun cukup memberikan kesan bahwa ini memang menyakitkan.
/Cukup
Banyak pencarian yang berujung temu
banyak pertemuan yang berujung sendu
sendu karena harus ada kata perpisahan untuk dua manusia, dan itu kita
perpisahan yang seharusnya tidak terjadi
tetapi jikalau diteruskan juga tidak akan baik
barangkali temu kita waktu itu adalah temu untuk terakhir kali. aku tidak pergi, hanya tidak bersamamu lagi
cukup beberapa waktu lalu kita bersama
mungkin sedikit menyakitkan, atau bukan sedikit tetapi banyak. aku punya jalan, pun kamu
yang baru ku sadari, jalan kita memang tidak satu arah
di persimpangan memisah, karena sadar jika diteruskan akan menyakitkan satu sama lain
barangkali ini keputusan sulit, namun lebih baik.
/Menyapa
Hai pemilik senyum terindah
apa kabar setelah sekian lama tak bersua
apakah tetap sama?
ku rasa tetap indah, mana mungkin senyum indahmu itu berubah
kita yang berubah, kita yang tak sungguh
ada banyak pertanyaan yang datang menanyakan kabarmu, yang ditanya kabarmu sedang aku yang harus menjawab keadaanmu
lalu harus ku jawab bagaimana?
ingin ku jawab baik-baik saja sedang aku tak pernah tau bagaimana keadaanmu
apa harus ku jawab tidak tau?
ku rasa kurang sopan, jadi ku jawab
"Semoga tetap baik-baik saja."
aku tidak akan menjawab yang lain
aku tidak punya daya lebih untuk terus bercerita tentangmu. sudah cukup, cukup mendoakanmu tetap baik-baik saja. kita sudah lama berjarak, padahal dulu dekat dan terikat
kini kita sudah punya jalan yang mungkin lebih baik, mungkin. kita sudah sama-sama menerima bahwa kita memang tidak bisa bersama. tidak ada yang perlu diperpanjang dan dipersoalkan, karena semuanya sudah selesai, dan cukup sekian.
Komentar
Posting Komentar