Katanya Tahun Baru
Di tahun yang katanya baru ini, kita manusia berbondong-bondong membuat resolusi untuk sebuah perubahan, doa-doa panjang yang terpanjat di media sosial menjadi sorotan, berlalu lalang dengan harapan masing-masing. entah tidak tau kapan datangnya tentang sebuah yang kita sebut dengan harapan menjadi nyata.
Manusia sekarang, termasuk saya. hidup dalam lingkungan yang mengharuskan memiliki tujuan hidup jelas, bagaimana tentang hidup setelah hari ini, bagaimana dengan keadaan yang akan datang. Perubahan dan peraturan dibuat secara beruntun dan menjadi sebuah kata yang terstruktur.
Kita menjadi manusia yang memiliki tujuan masing-masing, cara mengambil langkah masing-masing. Namun, yang terjadi saat ini adalah membandingkan hidup dengan manusia lain yang terlihat sangat mudah, ya, sangat mudah. begitulah manusia memandang.
Perjalanan demi perjalanan menjadi rentetan yang terekam dalam ingatan, menjadi bacaan dan tontonan orang lain. di tahun yang katanya baru ini, kita bisa mulai belajar memahami hakikat hidup. hakikatnya kita hanya hidup sekali dan sementara, seperti itu memang menurut rata-rata dan sebagian besar kata umat manusia.
Saat ini menyelamatkan diri sendiri dirasa cukup penting, bukan berarti lepas tangan terhadap orang lain, tetapi memberi apa yang bisa dilakukan tanpa merugikan diri sendiri. dan poin utama dalam diri adalah tentang menerima, menerima kurang dan segala apapun yang membuat jatuh pada lubang yang kita buat sendiri. mulai memahami cara memilih dan memilah yang lebih benar lagi, mulai melihat sudut pandang tanpa menghakimi sendiri, dan mempersiapkan ekspektasi paling buruk sekalipun, sehingga ketika ekspektasi tidak sesuai, diri tidak merasa kecewa lebih dalam karena sudah mempersiapkan ketidakmungkinan sebelumnya.
Hidup akan lebih tenang ketika berhenti menghadapi hal diluar kendali, yang bisa diri kedalikan adalah apa yang terjadi dalam diri bukan orang lain dan alam semesta. opini, tujuan, cara pandang itu adalah bagian dari apa yang bisa diri kendalikan. selebihnya biarkan ia berjalan dengan semestinya.
Tentang apa yang akan terjadi hari esok adalah hal diluar kendali, yang bisa kita kendalikan adalah diri sendiri dengan bersiap-siap untuk menghadapi hari esok.
"bukan tentang apa yang akan terjadi hari esok, tetapi tentang apa yang dilakukan hari ini."
mulai berhenti mengkhawatirkan, mengkontrol ekspektasi untuk menghadapi realita. menciptakan sebuah hal memerlukan waktunya masing-masing.
Mengkontrol ekspetasi, jadi PR
BalasHapusPR bersama
Hapus