Selamat Datang di Dunia Nyata
sesi 1 :
saat masa pendewasaan datang
kamu berada di titik menyebalkan
kesenangan dan kesedihan nampaknya selalu berirama, menciptakan melody melody yang mungkin akan sulit untuk diterima dengan senang
rasanya kadang gersang, kadang hujan, kadang juga kosong tak berisi apa-apa, namanya hidup mau bagaimana lagi? kan katanya takdir sudah di tangan Tuhan, sebagai manusia bisa apa kalau bukan menerima keadaan?
sesi 2:
kupersilakan apa yang akan datang
yang membawa luka, kupersilakan
yang membawa sebongkah bahagia, kupersilakan
yang tak membawa apa apapun kupersilakan
kuterima semua yang hadir
karena hidup dan tumbuh juga perlu penerimaan
tentang yang datang dan pergi
tentang singgah dan sungguh
kuberi ruang untuk semua
sesi 3:
kudipinjami nikmat oleh Tuhan
jadi kujalani dan diterima dengan lapang dada
kalau sudah waktunya berganti
nanti akan segera beralih
kalau sedang dirundung duka
bolehkah kupinjam senyum untuk menutupi lara, karena kadangkala tidak bisa ditutupi dengan tawa
bolehkah kupinjam sebentar? berjanji akan kumbalikan pada tempatnya.
sesi 4:
doa doa masih fasih kuucapkan
karena harap-harap juga masih berjejeran
jalannya masih diraba-raba
kalau dengan doa barangkali menemukan jalan terangnya
sesi 5:
diantara banyaknya harap
perasaan tenang memang selalu dicari
padahal dengan segera memulai
perlahan yang bersarang di kepala akan berkurang
jangan berharap selesai
karena segalanya bergantian
sesi 6:
dari banyaknya pertanyaan tentang hidup
kamu menjadi salah satunya
sesi 7:
hari ini kubiarkan diri serapuh rapuhnya, merebahkan, melepaskan, dan mengikhlaskan apapun yang datang pada diri, entah kesedihan atau apapun itu. penolakan sudah tidak bisa diterima oleh diri, sudah banyak kepura-puraan yang seringkali dilakukan. dibiarkan bebas menangis, meratap dan akhirnya bersujud lalu berdoa;
"Tuhanku, jika takdirku memang begini, kuterima dengan lapang dada, maafkan jika seringkali meratap bahwa takdirmu begitu perih untuk dijalani. Tuhanku, yang kutau di dunia hanya milik engkau bukan yang lain, engkau penerima segala doa, dari makhluk penuh pinta sepertiku. Tuhanku maafkan jika takdirmu seringkali kujadikan ratapan hidup bahwa yang terjadi tidaklah adil, tanpa berpikir nikmatmu sudah begitu banyak yang kunikmati."
"Tuhanku, engkau tau segala apa yang ada di kepalaku, apa yang merebak di hatiku, apa yang memenuhi diriku. Tuhanku, dunia yang katamu fana ini memberi banyak hal, yang kutahu bahwa apapun itu hanya karena kehendakmu, jadi yang kutau engkau percaya bahwa aku siap untuk menerima takdirmu."
Kupelajari ikhlas setiap waktu, walaupun banyak pertanyaan pertanyaan yang kubuat setiap hari, tentang kapan, sampai kapan dan itu masih menjadi rahasiamu. yang kutau hanya upaya dan doa, dan setelahnya kuserahkan kepada engkau yang maha segala.
sesi 8:
derap-derap doa yang selama ini di layarkan
diharap menjadi ijabah yang akan datang
entah cepat atau lambat yang diharap adalah tepat
bukan masalah kenapa dan bagaimana atau tentang banyak pertanyaan lainnya
tetapi baiknya sama-sama menerima
meminta baiknya juga harus menerima katanya,
melapangkan rasa syukur bagi manusia kadangkala masih sulit, akan tetapi bukankan segala yang ada di bumi ini bisa dipelajari walau pahit?
sesi 9:
dunia ini punya banyak maaf untuk segala hal
entah untuk ayahmu, ibumu, oranglain, bahkan untuk dirimu sendiri. perkara belum sembuh segala luka memang tidak pernah benar-benar sembuh, ia hanya bersembunyi dalam ruang diri dan bisa kambuh sewaktu-waktu. jadi tetaplah tumbuh, tetaplah hidup, dan berkembanglah dengan elok.
7 mei 2024, 24 hidup di dunia
saat doa-doa panjang dilangitkan lambat laun menyebar di langit-langit biru, mengudara, menjelma rasa senang, dan haru yang tidak bisa diutarakan dengan kata, hanya dirasa, hanya menjadi rasa tenang yang diidamkan saat lalu.
perjalanannya panjang, setiap titiknya, setiap jengkalnya, setiap napas yang terengah-engah, setiap air mata yang jatuh di malam hari sebelum tidur. banyak warna warni dunia, banyak gemerlap yang hanya bisa dipandang oleh mata, tidak perlu menyentuh, karena tidak semua harus direngkuh.
banyak-banyak manusia disekeliling, memberi kata dan banyak rasa, manusia dengan upaya upayanya, dengan segala apa yang di kepala, menjadi doa-doa panjang disetiap hari, bahkan disetiap diam yang kadang menjadi salah arti.
dalam ruang-ruang yang hanya bisa dijamah oleh diri, tersimpan banyak hal yang hanya bisa dibuka oleh rasa tenang, tidak terburu-buru, tidak ragu ragu, hanya butuh tenang dan keyakinan.
duduk dan bersimpuh pada-Nya yang Maha, menciptakan ruang hening, pilu dan biru, semoga dari banyaknya yang tersimpan sendirian menjadi ijabah disuatu saat nanti, sadar akan nikmat tidak bisa dijamah dalam satu waktu, bersabar, berbaik sangka, dan mengupayakan.
selamat lahir kembali, selamat dengan doa-doa berikutnya, tidak perlu muluk-muluk, upayakan apa yang pantas. Tuhan berhak akan makhluk yang dicipta, beri satu ruang untuk ikhlas yang tiada berkesudahan, agar lapang agar bisa merasa senang.
Komentar
Posting Komentar